mau BISNIS online gratis

Saturday, January 16, 2010

[Nyata!!!] DOA SEORANG ANAK YG SELALU DIKABULKAN!!! (keep smile onyour face)

Bagus Suasono January 17 at 12:13am Reply
Seorang ayah bingung mendengarkan doa putrinya yang masih kecil ketika akan tidur, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah, lindungi nenek, dan terimalah kakek." "Kenapa doamu untuk kakek bunyinya seperti itu?" tanya ayahnya. Si kecil menjawab, "Nggak tahu, Yah. Aku pengen aja ngomong seperti itu."

Entah apa yang terjadi, seesokan harinya sang kakek meninggal dunia. Suatu kebetulan yang sangat aneh, pikir si ayah. Beberapa hari kemudian sang ayah menidurkan kembali putrinya dan mendengar si anak berdoa, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah, dan terimalah nenek."

Dan keesokan hari, sang nenek meninggal dunia. Astaga, pikir si ayah, anak gua bisa berkomunikasi dengan alam gaib! Seminggu kemudian si ayah kembali mendengarkan anaknya berdoa, "Tuhan, lindungi ibu dan terimalah ayah." Deg! Kontan saja sang ayah terkejut.



Bagus Suasono January 17 at 12:13am Reply
Seorang ayah bingung mendengarkan doa putrinya yang masih kecil ketika akan tidur, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah, lindungi nenek, dan terimalah kakek." "Kenapa doamu untuk kakek bunyinya seperti itu?" tanya ayahnya. Si kecil menjawab, "Nggak tahu, Yah. Aku pengen aja ngomong seperti itu."

Entah apa yang terjadi, seesokan harinya sang kakek meninggal dunia. Suatu kebetulan yang sangat aneh, pikir si ayah. Beberapa hari kemudian sang ayah menidurkan kembali putrinya dan mendengar si anak berdoa, "Tuhan, lindungi ibu, lindungi ayah, dan terimalah nenek."

Dan keesokan hari, sang nenek meninggal dunia. Astaga, pikir si ayah, anak gua bisa berkomunikasi dengan alam gaib! Seminggu kemudian si ayah kembali mendengarkan anaknya berdoa, "Tuhan, lindungi ibu dan terimalah ayah." Deg! Kontan saja sang ayah terkejut.

Malam itu ia nggak bisa tidur memikirkan kejadian yang akan menimpanya besok pagi. Ketika mengemudi sampai kantor pikirannya nggak karuan. Jam makan siang telah lewat, namun tidak terjadi apa-apa. Si ayah makin cemas. Ia memilih nghabiskan hari itu di kantor,minum kopi dan begadang menunggu tengah malam tiba.

Ketika jarum jam menunjukkan 00.01, si ayah lega. Hari itu telah lewat dan ia masih selamat. Dengan langkah ringan ia pun kembali ke rumah. "Ya, ampun... tumben-tumbennya kamu kerja lembur. Ada apa sih?" tanya istrinya ketika membukakan pintu.

"Aku nggak mau ngomongin masalah ini. Pokoknya hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku," kata si suami. Kata istrinya, "Kalau kamu mendengar cerita yang akan aku sampaikan, kamu pasti nggak akan menyangka kalau hari ini tadi pagi pak ocim pembantu kita meninggal dunia."
Read More..

Thursday, January 7, 2010

Maafkan aku ibu...

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.

Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”

” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.


Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.

“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…

ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata

“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.

“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya".

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
Read More..

Monday, January 4, 2010

New Year 2010

Sambut Tahun Baru dengAN semangat perubahan menuju yang lebih baik...


the year has almost gone, but made us strong
the path was long, but we’ve walked with songs
there were fears and tears, but we had reasons for cheers!
happy new year 2010

http://abasozora.files.wordpress.com/2009/12/tahun-baru-2010.png?w=298&h=400
Read More..

Monday, December 21, 2009

“Boleh saya melihat anak saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan seorang anak dengan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan anak itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang menutupi wajah bayi lelaki yang molek itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tidak sampai hati menatapi wajah ibu tersebut. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.

Waktu berlalu dan kini bayi tersebut telah menjadi seorang anak yang mampu bekerja dengan sempurna, cuma penampilannnya tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak tersebut bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya dipelukan ibunya yang menangis. Ia tahu hidup anaknya penuh kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak-isak anak lelaki tiu mengatakan ia diejek oleh orang dewasa sebagai makhluk aneh, meski di sekolahan anak tersebut disukai oleh rekan-rekan sekolahnya. Anak tersebut tumbuh dewasa sebagai pemuda tampan, dengan cacatnya. Ia berbakat dalam bidang musk dan penulisan.
“Ibu, saya ingin menjadi ketua kelas”. Ibu hanya berdiam diri tapi di dalam hati ibu merasa kasihan pada anaknya.



Suatu hari si ayah terus berjumpa dengan seorang dokter yang dapat melekatkkan telinga untuk anaknya.“Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya, tetapi harus ada orang yang mau menderma“. Beberapa bulan kemudian si ayah memanggil anaknya sambil berkata : ” Nak, seorang yang tak inin dikenali telah bersedia mendermakan telinganya padamu. Kami harus segera mengirim tamu ke RS untuk menjalani pembedahan tetapi jangan tanya siapa yang mendermakan telinga itu“.Pembedahan dilakuakn dengan berhasil dan kini telah lahir seorang lelaki yang mempunyai cukup sifat. Bakat musiknya yang hebat menjadikan ia terkenal dan menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Masa berlalu dan ia pun berkeluarga dan bekerja sebagai seorang yang berpangkat besar.
Terbetik di hatinya tentang masa-masa silam, ia lalu menghampiri ayahnya. “Ayah saya hendak mengetahui siapa yang telah mengorbankan ini semua pada saya, ayah. Ia telah membuat sesuatu yang amat besar dan ingin sekali saya membalas budinya”Ayahnyamenjawab, ” Ayah yakin kau tidak mampu membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu”. Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan kata-katanya, ” Ayah tidak dapat membuka rahasia ini sebelum tiba saatnya”.
Tahun berganti tahun ayahnya tetap menyimpan rahasia. Hingga pada suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan lelaki itu berdiri di tepi jenazah ibunya yang baru saja meninggal dunia. Dengan perlahan dan penuh syahdu sang ayah membelai rambut isterinya yang terbujur kaku sambil menyibak rambutnya, hingga tampak bahwa sang ibu tidak mempunyai telinga. Sambil menangis si ayah berkata : ” Ibumu sangat suka menyimpan rambut yang panjang dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah hilang sedikit kecantikannya. "

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh tapi di dalam hati. harta karun yang hakiki tidak terletak pada lahirnya, namun pada apa yang tidak dapat dilihat.Cinta sejati tidak terlettak pada ayang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang dikerjakan namun tidak diketahui

Setelah membaca kisah ini, ketika engkau pulang dan bertemu ibu, ciumlah tangannya, kedua pipinya, dan keningnya … itu salah satu bagian kecil dari cintamu kepada ibumu …. niscaya hatinya kan begitu senang dan bahagia
Read More..

pay to click